Selasa, 02 Desember 2014

AYAH

Seakan sunyi ditelan duka
Saat kematian menjemputmu tanpa berkata
Aku seakan penonton saja
Menyaksikanmu penuh dengan air mata.
Ketika kematian menjeputmu
Wajahmu begitu perih
Maut seakan membunuhmu
Engkaupun perlahan mulai kaku
Darah seakan berhenti mengalir
Ayah...doa ku akAn selalu ada
MenyAmpaikan sepucuk salam rindu untukmu,
Bahagialah egkau disana 
Tunggulah aku dalam surga
I MISS YOU DADDY

Selasa, 07 Januari 2014

Makalah Dasar- Dasar MIPA



MAKALAH DASAR-DASAR MIPA
RENDAHNYA EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA


 
Disusun Oleh:
    FITRIYANI
    A1C312O4O



JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURURAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2013
                                                                  BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang masalah
Efisiensi adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati. Pendidikan bukan merupakan kegiatan yang murah, sekalipun pemerintah menyelenggarakan kegiatan pendidikan tidak usah membayar bagi masyarakat umum. Masyarakat bahkan menilai biaya pendidikan sudah menggila, karena biaya pendidikan yang dia lihat jauh diatas kemampuan membayar dan pendapatan riil yang dia terima tiap bulan.
Pelaksanaan proses pendidikan yang efisiesin adalah apabila pendayagunaan sumber daya seperti waktu, tenaga dan biaya tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Pada saat sekarng ini, pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien, dimana pemanfaatan segala sumber daya yang ada tidak menghasilkan lulusan yang diharapkan. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh kualitas pendidikan yang telah mereka peroleh. Pendidikan yang mereka peroleh tidak menjamin mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani.
Pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rencana / program yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika rencana belajar yang telah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna, maka pelaksanaan pendidikan tersebut tidak efektif.
Tujuan dari pelaksanaan pendidikan adalah untuk mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin, terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya. Dari tujuan tersebut, pelaksanaan pendidikan Indonesia menuntut untuk menghasilkan peserta didik yang memeiliki kualitas SDM yang mantap. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan tidak akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Melainkan akan menghasilkan lulusan yang tidak diharapkan. Keadaan ini akan menghasilkan masalah lain seperti pengangguran.
Penanggulangan masalah pendidikan ini dapat dilakukan dengan peningkatan kulitas tenaga pengajar. Jika kualitas tenaga pengajar baik, bukan tidak mungkin akan meghasilkan lulusan atau produk pendidikan yang siap untuk mengahdapi dunia kerja. Selain itu, pemantauan penggunaan dana pendidikan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien.
Pendidikan sebagai agen perubahan sosial dalam kehidupan manusia, maka pendidikan akan selalu menjadi berperan penting dalam usaha untuk meningkatkan kualitas manusia, baik secara intelektual, sosia, spiritual, religious, ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. Dengan pendek kata bahwa pendidikan memiliki fungsi untuk mengembangkan kualitas hidup dan kehidupan manusia. Maju mundurnya suatu Negara akan ditentukan oleh pendidikan suatu Negara akan ditentukan oleh pendidikan suatu Negara, peradaban suatu bangsa juga ditentukan oleh maju tidaknya pendidikan warganya, keadaan ekonomi suatu Negara juga ditentukan oleh taraf tingkat pendidikn manusianya, kualitas intelektual spiritual suatu bangsa sangat bergantung pada tinggi rendahnya kualitas pendidikan yang berkembang bagi anak bangsa dan seterusnya. Pentingnya pendidikan tersebut sehingga dalam seluruh penataan Negara selalu diupayakan perbaikan pelaksanaan pendidikan yang lebih berdaya dan berkualitas. Agar pendidikan dapat berkualitas diperluksn system pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai bagaimana pendidikan ynag efektif dan bagaimana pendidikan yang efisien maka pemakalahan akan menjelaskan dalam makalah ini.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini adalah :
1.      Bagaimanakah pendidikan efisiensi ?
2.      Bagaimanahkah pendidikan efektifitas ?
3.      Bagaimana solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan efisiensi pendidkan di indonesia ?

1.3  Tujuan penulisan
1.      Dapat mengetahui pendidikan yang efisien
2.      Dapat mengetahui pendidikan yang efektif
3.      Dapat mengetahui solusi yang dapat diberikan permasalahan-permasalahan efisiensi pendidikan di indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pendidikan Efisiensi
A. Pengertian pendidikan efisien
Efisiensi adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Pada hakikatnya masalah efisiensi adalah masalah pengelolaan pendidikan, terutama dalam pemanfaatan dana dan sumber daya manusia.
Efesiensi artinya dengan menggunakan tenaga dan biaya sekecil-kecilnya dapat diperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Jadi, sistem pendidikan yang efesien ialah dengan tenaga dan dana yang terbatas dapat di hasilkan sejumlah besar lulusan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, keterpaduan pengelolaan pendidikan harus tampak diantara semua unsur dan unit, baik antar sekolah negeri maupun swasta, pendidikan sekolah maupun luar sekolah, antara lembaga dan unit jajaran depertemen pendidikan dan kebudayaan.
Para ahli banyak mengatakan bahwa sistem pendidiakn sekarang ini masih kurang efisien. Hal ini tampak dari banyaknya anak yang drop-out, banyak anak yang belum dapat pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas, dan kurang dapat pelayanan yang semestinya bagi anak-anak yang lemah maupun yang luar biasa cerdas dan genius.
Oleh karena itu, harus berusaha untuk menemukan cara agar pelaksanaan pendidikan menjadi efisien.
Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikn mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi.
 Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting adalah:
a)      Bagaimana tenaga kependidikan difungsikan
b)      Bagaimana prasarana dan sarana pendidikan digunakan
c)      Bagaimana pendidikan diselenggarakan
d)     Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga.

Dalam ilmu manajemen, esisiensi sering disandingkan dengan kata efektif. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efisiensi berarti tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya). Lebih jelasnya lagi mengenai pengertian efisien sebagaimana yang dijelaskan Sriningsih Sasongko yang dikutip oleh Sulthon dalam bukunya yang berjudul Ilmu Pendidikan, bahwa efisien adalah penggunaan tenaga dan biaya sekecil-kecilnya dan dapat memperoleh hasil sebanyak-banyaknya.
Selanjutnya pengertian pendidikan efisiensi menurut Sulthon dijelaskan bahwasanya pendidikan efisien berkaitan dengan penggunaan tenaga dan dana yang terbatas tapi menghasilkan pendidikan yang banyak dan berkualitas tinggi.
Namun bagi peserta didik, efisiensi dapat dimaknai menjadi dua macam efisiensi, yaitu efisiensi usaha belajar dan efisiensi hasil belajar.
      1.       Efisiensi Usaha Belajar
Suatu kegiatan belajar dapat dikatakan efisien kalau prestasi yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha seminimal mungkin. Usaha dalam hal ini adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendapat hasil belajar yang memuaskan, seperti: tenaga dan pikiran, waktu, peralatan belajar, dan hal-hal lain yang relevan dengan kegiatan belajar.
      2.       Efisiensi Hasil Belajar
Sebuah kegiatan belajar dapat pula dikatakan efisien apabila dengan usaha belajar tertentu memberikan prestasi belajar tinggi.

Adapun faktor yang dapat menjadi penunjang efisiensi dalam proses pembelajaran, yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan materi pelajaran serta pendekatan belajar.
1.      Faktor internal (faktor dari dalam)
 yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani peserta didik; faktor-faktro internal ini meliputi faktor fisiologis dan psikologis.
a.       faktor fisilogis, yakni yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.
b.      Faktor psikologis, yakni yang berkaitan dengan keadaa psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar.
2.      Faktor eksternal (faktor dari luar peserta didik)
           Yakni kondisi lingkungan di sekitar peserta didik, faktor-faktor eksternal ini meliputi :
a.       Faktor lingkungan sosial
b.      Faktor lingkungan non sosial
3.      Faktor materi pelajaran
Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan peserta didik, begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi perkembangan peserta didik. Karena itu, agar terjadi efisiensi dalam proses belajar, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode.
                      
2.2 Pendidikan Efektifitas
a. Pengertian Pendidikan Efektifitas
Istilah efektif Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti dapat membawa hasil, berhasil guna. Menurut Sulthon dalam bukunya yang berjudul Ilmu Pendidikan, efektivitas pendidikan berhubungan dengan sejauh mana apa yang direncanakan dalam pendidikan dapat dicapai dalam pelaksanaannya. Seberapa peersen pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan yang direncanakan, bila capaian hasil di atas 50% maka dikatakan cukup efektif sedang bila kurang dari 50% capaian dari yang direncanakan berarti dikatakan tidak (kurang efektif). Pendidikan yang efektif akan terwujud jika didukung oleh komponen-komponen yang juga efektif. Sebagaimana menurut Marjohan, komponen-komponen tersebut meliputi sekolah, kepala sekolah, guru, dan murid.
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna.
Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penelitian dan survey ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelm kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal ini merupakan masalah terpenting jika kita menginginkan efektifitas pengajaran. Bagaimana mungkin tujuan akan tercapai jika kita tidak tahu apa tujuan kita.
Selama ini, banyak pendapat beranggapan bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak perduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu jugalah yang menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah. Setiap orang mempunyai kelebihan dibidangnya masing-masing dan diharapkan dapat mengambil pendidikaan sesuai bakat dan minatnya bukan hanya untuk dianggap hebat oleh orang lain.
Dalam pendidikan di sekolah menegah misalnya, seseorang yang mempunyai kelebihan dibidang sosial dan dipaksa mengikuti program studi IPA akan menghasilkan efektifitas pengajaran yang lebih rendah jika dibandingkan peserta didik yang mengikuti program studi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Hal-hal sepeti itulah yang banyak terjadi di Indonesia. Dan sayangnya masalah gengsi tidak kalah pentingnya dalam menyebabkan rendahnya efektifitas pendidikan di Indonesia.
Sekolah yang efektif mempunyai standar indikator seperti yang digambarkan oleh sergio vanio yang meliputi :
a.       skor tes yang meningkat dari waktu ke waktu
b.      kehadiran anak juga meningkat
a.       tugas-tugas menulis dan pekerjaan rumah yang cukup, sesuai dengan usia anak.
b.      Waktu cukup banyak untuk mengajar matematika, bahasa inggris, sejarah, IPS, bahasa asing dan seni.
c.       Adanya partisipasi orang tua dan masyarakat
d.      Keaktifan murid dalam kegiatan ekstra kurikuler


2.3  Penyebab rendahnya Efektifitas dan Efisiensi pendidikan
 Masalah efisiensi dan efektifitas pendidikan di indonesia, jika kita kaitkan dengan kondisi pendidikan di Negara kita Indonesia, layak kita lemparkan sebuah pertanyaan, sudah efektifkah pendidikan di Indonesia? Dari pandangan pemakalah, jawabanya adalah relatif tergantung dari sudut pandang (main of view) mana, kita melihatnya. Jika kita melihatnya dari sudut pandang persekolah, maka secara khusus, pendidikan di Indonesia sudah dapat dikatakan efektif, hal ini bisa kita lihat sudah ada bebrapa lembaga pendidikan (sekolah) yang bisa dikatakan berkualitas, waaupun jumlahnya masih relative sedikit. Hal ini bisa kita amati dari hasil prestas belajar siswa yang selalu meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi, ketika kita melihatnya dari sudut pandang secara luas, pada umumnya pendidikan di Negara kita belum bisa dikatakan efektif dan juga efisien. Hal ini bisa kita amati dari kualitas pendidikan di Negara kita. Jika kita bandingkan dengan Negara-negara lain, kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini dapat dibuktikan bahwa saat ini Indonesia menempati peringkat 69 dari 127 negara di dunia. Kita masih kalah dengan Negara-negara tetangga, seperti  malaysia dan brunei Darussalam.

Menurut pemakalah sebenarnya ada beberapa factor yag menyebabkan ketidakefektifan pendidikan di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas, sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Selain itu, banyak dari masyarakat kita yang beranggapan bahwa pendidikan formal hanya dijadikan sebagai  formalitas saja.
Menurut pemakalh ketidakefisienan pendidikan di Indonesia disebabkan oleh 3    masalah pokok yaitu ; biaya (dana), waktu dan tenaga. Berbicara masalah biaya, maka dapat dikatakan bahwa biaya pendidikan di Indonesia masih relative mahal. Sebagian besar pendidikan hanya bisa dinikmati oleh kaum elit saja. Ini terbukti ketika kita mengamati masyarakat kita, masih banyaknya anak-anak Indonesia dari keluarga ekonomi ke bawah yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, karena keadaan biaya.
Selain biaya pendidikan yang masih relatif mahal, waktu pembelajaran juga menjadi salah satu penyebab ketidakefisienan pendidikan. Sering kita mengamati system pembelajaran di sekolah-sekolah terutam di sekolah menengah, yang jadwal pembelajatrannya dimulai dari pukul 07.00 dan diakhiri sampai pukul 16.00. Hal tersebut sungguh tidak efisien apalagi ini diperparah lagi dengan adanya beberapa anak yang mengikuti les di luar sekolah.
Sugguh ini menunjukkan bahwa pendidikan formal masih dinilai kurang.
 Selanjutnya yang menjadi masalah terakhir adalah masalah tenaga. Tenaga di sini berkaitan dengan profesionalitas seorang guru atau pendidik. Sering kita jumpai di lapangan, masih banyaknya guru ynag mengajar tidak sesuai kompetensinya, misalnya guru A yag berkompeten mengajar bidang bahasa, akan tetapi mengampu mata pelajaran IPA (science) yang sebenarnya bukan bidangnya. Hal inilah yang menyebabkan kenapa pendidikan di Indonesia belum dikatakan efisien.




















BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pendapat dari bebrapa tokoh di atas. Secara sederhana dapat pemakalah jelaskan, bahwa inti dari pendidikan yang efektif adalah tercapainya tujuan pendidikan. Artinya, ketika realitas sesuai dengan identitas atau hasil dari pendidikan sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka pendidikan tersebut dapat dikatakan pendidikan yang efektif. Sementara inti dari pendidikan yang efisien adalah dengan biaya, tenaga dan waktu yang hemat, tapi bisa menghasilkan pendidikan yang berkualitas.





















DAFTAR PUSTAKA



http://www.gsfaceh.com/buku/makalah_rembuk_pendidikan_aceh_barat/Depag.doc
Danim, Sudarwan. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Pustaka Setia. Bandung. 2004.
Fattah, Nanang. Ekonomi & Pembiayaan Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Bandung. 2009.
Harsono. Pengelolaan Pembiayaan Pendidikan. Suryajaya Press. Yokyakarta. 2007.
Suryadi, Ace. Pendidikan Investasi SDM dan Pembangunan. Balai Pustaka. Jakarta . 1999.