MAKALAH DASAR-DASAR MIPA
RENDAHNYA EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS
PENDIDIKAN DI INDONESIA
Disusun Oleh:
FITRIYANI
A1C312O4O
JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURURAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang masalah
Efisiensi
adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang
lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita
memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang
baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di
Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih
standar hasil yang telah disepakati. Pendidikan bukan merupakan kegiatan yang
murah, sekalipun pemerintah menyelenggarakan kegiatan pendidikan tidak usah
membayar bagi masyarakat umum. Masyarakat bahkan menilai biaya pendidikan sudah
menggila, karena biaya pendidikan yang dia lihat jauh diatas kemampuan membayar
dan pendapatan riil yang dia terima tiap bulan.
Pelaksanaan
proses pendidikan yang efisiesin adalah apabila pendayagunaan sumber daya
seperti waktu, tenaga dan biaya tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas
pendidikan yang optimal. Pada saat sekarng ini, pelaksanaan pendidikan di
Indonesia jauh dari efisien, dimana pemanfaatan segala sumber daya yang ada
tidak menghasilkan lulusan yang diharapkan. Banyaknya pengangguran di Indonesia
lebih dikarenakan oleh kualitas pendidikan yang telah mereka peroleh.
Pendidikan yang mereka peroleh tidak menjamin mereka untuk mendapat pekerjaan
sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani.
Pendidikan
yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai
dengan rencana / program yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika rencana belajar
yang telah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna, maka
pelaksanaan pendidikan tersebut tidak efektif.
Tujuan
dari pelaksanaan pendidikan adalah untuk mengembangkan kualitas SDM sedini
mungkin, terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya. Dari tujuan tersebut,
pelaksanaan pendidikan Indonesia menuntut untuk menghasilkan peserta didik yang
memeiliki kualitas SDM yang mantap. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan
tidak akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Melainkan akan
menghasilkan lulusan yang tidak diharapkan. Keadaan ini akan menghasilkan
masalah lain seperti pengangguran.
Penanggulangan
masalah pendidikan ini dapat dilakukan dengan peningkatan kulitas tenaga
pengajar. Jika kualitas tenaga pengajar baik, bukan tidak mungkin akan meghasilkan
lulusan atau produk pendidikan yang siap untuk mengahdapi dunia kerja. Selain
itu, pemantauan penggunaan dana pendidikan dapat mendukung pelaksanaan
pendidikan yang efektif dan efisien.
Pendidikan sebagai agen
perubahan sosial dalam kehidupan manusia, maka pendidikan akan selalu menjadi
berperan penting dalam usaha untuk meningkatkan kualitas manusia, baik secara
intelektual, sosia, spiritual, religious, ekonomi, politik, hukum, dan
sebagainya. Dengan pendek kata bahwa pendidikan memiliki fungsi untuk mengembangkan
kualitas hidup dan kehidupan manusia. Maju mundurnya suatu Negara akan
ditentukan oleh pendidikan suatu Negara akan ditentukan oleh pendidikan suatu
Negara, peradaban suatu bangsa juga ditentukan oleh maju tidaknya pendidikan
warganya, keadaan ekonomi suatu Negara juga ditentukan oleh taraf tingkat
pendidikn manusianya, kualitas intelektual spiritual suatu bangsa sangat
bergantung pada tinggi rendahnya kualitas pendidikan yang berkembang bagi anak
bangsa dan seterusnya. Pentingnya pendidikan tersebut sehingga dalam seluruh
penataan Negara selalu diupayakan perbaikan pelaksanaan pendidikan yang lebih
berdaya dan berkualitas. Agar pendidikan dapat berkualitas diperluksn system
pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai
bagaimana pendidikan ynag efektif dan bagaimana pendidikan yang efisien maka
pemakalahan akan menjelaskan dalam makalah ini.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
dalam penulisan ini adalah :
1. Bagaimanakah
pendidikan efisiensi ?
2. Bagaimanahkah
pendidikan efektifitas ?
3. Bagaimana
solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan efisiensi pendidkan
di indonesia ?
1.3 Tujuan penulisan
1. Dapat
mengetahui pendidikan yang efisien
2. Dapat
mengetahui pendidikan yang efektif
3. Dapat
mengetahui solusi yang dapat diberikan permasalahan-permasalahan efisiensi
pendidikan di indonesia.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pendidikan Efisiensi
A.
Pengertian pendidikan efisien
Efisiensi adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu
tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh
lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa
melupakan proses yang baik pula. Pada hakikatnya masalah efisiensi adalah masalah pengelolaan pendidikan,
terutama dalam pemanfaatan dana dan sumber daya manusia.
Efesiensi artinya dengan menggunakan tenaga dan biaya sekecil-kecilnya
dapat diperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Jadi, sistem pendidikan yang
efesien ialah dengan tenaga dan dana yang terbatas dapat di hasilkan sejumlah
besar lulusan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, keterpaduan pengelolaan
pendidikan harus tampak diantara semua unsur dan unit, baik antar sekolah
negeri maupun swasta, pendidikan sekolah maupun luar sekolah, antara lembaga
dan unit jajaran depertemen pendidikan dan kebudayaan.
Para ahli banyak mengatakan bahwa sistem pendidiakn sekarang ini masih
kurang efisien. Hal ini tampak dari banyaknya anak yang drop-out, banyak
anak yang belum dapat pelayanan pendidikan, banyak anak yang tinggal kelas, dan
kurang dapat pelayanan yang semestinya bagi anak-anak yang lemah maupun yang
luar biasa cerdas dan genius.
Oleh karena itu, harus berusaha untuk menemukan cara agar pelaksanaan
pendidikan menjadi efisien.
Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikn
mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika
penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi.
Beberapa masalah efisiensi
pendidikan yang penting adalah:
a) Bagaimana tenaga kependidikan difungsikan
b) Bagaimana prasarana dan sarana pendidikan
digunakan
c) Bagaimana pendidikan diselenggarakan
d) Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga.
Dalam
ilmu manajemen, esisiensi sering disandingkan dengan kata efektif. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), efisiensi berarti tepat atau
sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang
waktu, tenaga, biaya). Lebih jelasnya lagi mengenai pengertian efisien
sebagaimana yang dijelaskan Sriningsih Sasongko yang dikutip oleh Sulthon dalam
bukunya yang berjudul Ilmu Pendidikan, bahwa efisien adalah penggunaan tenaga
dan biaya sekecil-kecilnya dan dapat memperoleh hasil sebanyak-banyaknya.
Selanjutnya pengertian pendidikan efisiensi menurut Sulthon dijelaskan
bahwasanya pendidikan efisien berkaitan dengan penggunaan tenaga dan dana yang
terbatas tapi menghasilkan pendidikan yang banyak dan berkualitas tinggi.
Namun bagi peserta didik, efisiensi
dapat dimaknai menjadi dua macam efisiensi, yaitu efisiensi usaha belajar dan
efisiensi hasil belajar.
1. Efisiensi Usaha Belajar
Suatu kegiatan belajar dapat
dikatakan efisien kalau prestasi yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha
seminimal mungkin. Usaha dalam hal ini adalah segala sesuatu yang digunakan
untuk mendapat hasil belajar yang memuaskan, seperti: tenaga dan pikiran,
waktu, peralatan belajar, dan hal-hal lain yang relevan dengan kegiatan
belajar.
2. Efisiensi Hasil Belajar
Sebuah kegiatan belajar dapat pula
dikatakan efisien apabila dengan usaha belajar tertentu memberikan prestasi
belajar tinggi.
Adapun faktor yang dapat menjadi penunjang efisiensi dalam proses pembelajaran,
yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan materi pelajaran serta pendekatan
belajar.
1.
Faktor internal (faktor dari dalam)
yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani
peserta didik; faktor-faktro internal ini meliputi faktor fisiologis dan psikologis.
a.
faktor fisilogis, yakni yang
berhubungan dengan kondisi fisik individu.
b.
Faktor psikologis, yakni
yang berkaitan dengan keadaa psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi
proses belajar.
2.
Faktor eksternal (faktor
dari luar peserta didik)
Yakni kondisi
lingkungan di sekitar peserta didik,
faktor-faktor eksternal ini meliputi :
a.
Faktor lingkungan sosial
b.
Faktor lingkungan non sosial
3.
Faktor materi pelajaran
Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan peserta didik,
begitu juga dengan metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi
perkembangan peserta didik. Karena itu, agar terjadi efisiensi dalam proses belajar, maka guru harus menguasai
materi pelajaran dan berbagai metode.
2.2 Pendidikan Efektifitas
a. Pengertian Pendidikan Efektifitas
Istilah efektif Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti dapat
membawa hasil, berhasil guna. Menurut Sulthon dalam bukunya yang berjudul Ilmu
Pendidikan, efektivitas pendidikan berhubungan dengan sejauh mana apa yang
direncanakan dalam pendidikan dapat dicapai dalam pelaksanaannya. Seberapa
peersen pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan yang direncanakan, bila
capaian hasil di atas 50% maka dikatakan cukup efektif sedang bila kurang dari
50% capaian dari yang direncanakan berarti dikatakan tidak (kurang efektif).
Pendidikan yang efektif akan terwujud jika didukung oleh komponen-komponen yang
juga efektif. Sebagaimana menurut Marjohan, komponen-komponen tersebut meliputi
sekolah, kepala sekolah, guru, dan murid.
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang
memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan
dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik
(dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan
pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna.
Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Setelah
praktisi pendidikan melakukan penelitian dan survey ke lapangan, salah satu
penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelm kegiatan
pembelajaran dilaksanakan. Hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak
tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang
jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal ini merupakan masalah terpenting jika kita
menginginkan efektifitas pengajaran. Bagaimana mungkin tujuan akan tercapai
jika kita tidak tahu apa tujuan kita.
Selama ini, banyak pendapat beranggapan bahwa pendidikan
formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya
manusia Indonesia. Tidak perduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut,
yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan
dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu jugalah yang
menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah. Setiap orang
mempunyai kelebihan dibidangnya masing-masing dan diharapkan dapat mengambil
pendidikaan sesuai bakat dan minatnya bukan hanya untuk dianggap hebat oleh
orang lain.
Dalam pendidikan di sekolah menegah misalnya, seseorang yang
mempunyai kelebihan dibidang sosial dan dipaksa mengikuti program studi IPA
akan menghasilkan efektifitas pengajaran yang lebih rendah jika dibandingkan
peserta didik yang mengikuti program studi yang sesuai dengan bakat dan
minatnya. Hal-hal sepeti itulah yang banyak terjadi di Indonesia. Dan sayangnya
masalah gengsi tidak kalah pentingnya dalam menyebabkan rendahnya efektifitas
pendidikan di Indonesia.
Sekolah yang efektif mempunyai standar indikator seperti yang digambarkan
oleh sergio vanio yang meliputi :
a.
skor tes yang meningkat dari waktu ke
waktu
b.
kehadiran anak juga meningkat
a.
tugas-tugas menulis dan pekerjaan rumah
yang cukup, sesuai dengan usia anak.
b.
Waktu cukup banyak untuk mengajar
matematika, bahasa inggris, sejarah, IPS, bahasa asing dan seni.
c.
Adanya partisipasi orang tua dan
masyarakat
d.
Keaktifan murid dalam kegiatan ekstra
kurikuler
2.3 Penyebab rendahnya Efektifitas dan Efisiensi
pendidikan
Masalah efisiensi dan efektifitas
pendidikan di indonesia, jika kita kaitkan dengan kondisi pendidikan di Negara
kita Indonesia, layak kita lemparkan sebuah pertanyaan, sudah efektifkah
pendidikan di Indonesia? Dari pandangan pemakalah, jawabanya adalah relatif
tergantung dari sudut pandang (main of view) mana, kita melihatnya. Jika kita
melihatnya dari sudut pandang persekolah, maka secara khusus, pendidikan di
Indonesia sudah dapat dikatakan efektif, hal ini bisa kita lihat sudah ada
bebrapa lembaga pendidikan (sekolah) yang bisa dikatakan berkualitas, waaupun jumlahnya
masih relative sedikit. Hal ini bisa kita amati dari hasil prestas belajar
siswa yang selalu meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi, ketika kita
melihatnya dari sudut pandang secara luas, pada umumnya pendidikan di Negara
kita belum bisa dikatakan efektif dan juga efisien. Hal ini bisa kita amati
dari kualitas pendidikan di Negara kita. Jika kita bandingkan dengan
Negara-negara lain, kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Hal
ini dapat dibuktikan bahwa saat ini Indonesia menempati peringkat 69 dari 127
negara di dunia. Kita masih kalah dengan Negara-negara tetangga, seperti malaysia dan brunei Darussalam.
Menurut pemakalah
sebenarnya ada beberapa factor yag menyebabkan ketidakefektifan pendidikan di
Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang
jelas, sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Selain itu, banyak dari
masyarakat kita yang beranggapan bahwa pendidikan formal hanya dijadikan
sebagai formalitas saja.
Menurut pemakalh ketidakefisienan pendidikan
di Indonesia disebabkan oleh 3 masalah
pokok yaitu ; biaya (dana), waktu dan tenaga. Berbicara masalah biaya, maka
dapat dikatakan bahwa biaya pendidikan di Indonesia masih relative mahal.
Sebagian besar pendidikan hanya bisa dinikmati oleh kaum elit saja. Ini
terbukti ketika kita mengamati masyarakat kita, masih banyaknya anak-anak
Indonesia dari keluarga ekonomi ke bawah yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke
jenjang yang lebih tinggi, karena keadaan biaya.
Selain biaya pendidikan yang masih relatif
mahal, waktu pembelajaran juga menjadi salah satu penyebab ketidakefisienan
pendidikan. Sering kita mengamati system pembelajaran di sekolah-sekolah
terutam di sekolah menengah, yang jadwal pembelajatrannya dimulai dari pukul
07.00 dan diakhiri sampai pukul 16.00. Hal tersebut sungguh tidak efisien
apalagi ini diperparah lagi dengan adanya beberapa anak yang mengikuti les di
luar sekolah.
Sugguh ini menunjukkan bahwa pendidikan
formal masih dinilai kurang.
Selanjutnya yang menjadi masalah terakhir adalah masalah tenaga. Tenaga
di sini berkaitan dengan profesionalitas seorang guru atau pendidik. Sering
kita jumpai di lapangan, masih banyaknya guru ynag mengajar tidak sesuai
kompetensinya, misalnya guru A yag berkompeten mengajar bidang bahasa, akan tetapi
mengampu mata pelajaran IPA (science) yang sebenarnya bukan bidangnya. Hal
inilah yang menyebabkan kenapa pendidikan di Indonesia belum dikatakan efisien.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pendapat dari bebrapa tokoh di
atas. Secara sederhana dapat pemakalah jelaskan, bahwa inti dari pendidikan
yang efektif adalah tercapainya tujuan pendidikan. Artinya, ketika realitas
sesuai dengan identitas atau hasil dari pendidikan sesuai dengan apa yang kita
harapkan, maka pendidikan tersebut dapat dikatakan pendidikan yang efektif.
Sementara inti dari pendidikan yang efisien adalah dengan biaya, tenaga dan
waktu yang hemat, tapi bisa menghasilkan pendidikan yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.gsfaceh.com/buku/makalah_rembuk_pendidikan_aceh_barat/Depag.doc
Danim,
Sudarwan. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Pustaka Setia. Bandung. 2004.
Fattah, Nanang. Ekonomi & Pembiayaan Pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Bandung. 2009.
Harsono. Pengelolaan Pembiayaan Pendidikan. Suryajaya Press. Yokyakarta. 2007.
Suryadi, Ace. Pendidikan Investasi SDM dan Pembangunan. Balai Pustaka. Jakarta
. 1999.